Selasa, 22 November 2016

Apa itu Pumpkin?

Labu Kuning (Cucurbita moschata)
Labu Kuning atau Pumpkin (Cucurbita moschata)

Labu kuning atau pumpkins (Cucurbita moschata) termasuk jenis tanaman menjalar dari famili Cucurbitaceae yang telah dikenal diberbagai negara . Ada tiga jenis labu yang paling terkenal di dunia yaitu Cucurbita moschata, Cucurbita maxima dan Cucurbita pepo . Labu kuning merupakan salah satu jenis labu yang cukup populer di Indonesia meski buah ini berasal dari Mexico Tengah dan menyebar ke Benua Amerika. Labu kuning dapat tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Labu kuning merupakan sumber karotenoid, pektin, vitamin dan senyawa-senyawa lain yang bermanfaat bagi kesehatan . Taksonomi tanaman labu kuning adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Sub-Divisi       : Angiospermae
Kelas                : Dicotyledonae
Ordo                : Cucurbitales
Famili              : Cucurbitaceae
Genus              : Sechium
Spesies             : Cucurbita moschata
Jenis-Jenis Labu Kuning
Bentuk labu kuning bermacam-macam tergantung jenis dan varietasnya. Di Negara kita sudah terdapat beberapa jenis dan varietas labu kuning antara lain varietas lokal dan beberapa varietas introduksi dari beberapa negara seperti Taiwan dan Jepang. Varietas lokal yang sering ditanam oleh para petani dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel Jenis atau Varietas dari Labu Kuning Lokal
NoJenis/VarietasCiri-ciri
1.Jenis Bokor atau cerme

Terdapat alur
Berbentuk bulat pipih
Batangnya bersulur panjang (3-5m)
Warna daging buah kuning dan tebal
Rasanya gurih dan manis
Berdaging halus dan padat
Beratnya dapat mencapai 4-5 kg atau lebih
2.Jenis Kelenting

Buah berbentuk lonjong oval dan memanjang
Kulitnya berwarna kuning
Daging buah juga berwarna kuning
Beratnya dapat mencapai 2 -5kg/buah
Sulurnya panjang (3-5 m)
Masa panen antara 4,5-6 bulan
3.Jenis Ular

Buahnya panjang ramping
Warna daging buah kuning
Beratnya 1-3 kg/buah
Beberapa jenis labu ular tertentu kadang-kadang buahnya kasar dan rasanya tidak enak
Sumber : (Sudarto, 1993)